Sean tidak langsung pergi ke sofa yang di maksud oleh Elsa, tapi masih duduk di tempat ia makan tadi dengan kepala yang tertunduk. Sikap dingin Elsa dan kata-kata ketusnya, Sean benar-benar dibuat frustasi oleh semua itu. Inilah hasil dari permainan bodohnya dan ini tidak menyenangkan sama sekali. "Sean," suara lembut Elsa baru saja membuyarkan lamunan Sean. Pria ini pun mengangkat kepalanya, lalu menoleh ke arah sumber suara dan terlihat Elsa yang datang dengan membawa bantal dan selimut. "Ini untukmu. Tidurlah, aku akan mematikan lampunya," ucap Elsa lagi sembari meletakan selimut dan bantal itu di atas sofa yang akan ditiduri oleh Sean. "Terima kasih. Kau bisa mematikan lampunya sekarang," ujar Sean. "Baiklah." Elsa bicara dengan singkat, kemudian pergi mematikan lampu se

