“Non, ingat yang Bibi bilang kemarin pulang kampung karena urusan penting?” ujar asisten rumah tangga kepada Lexa yang baru saja selesai sarapan. Lexa pun meneguk s**u putihnya, kemudian menoleh ke arah wanita paruhbaya itu. “Kenapa emang, Bi?” “Itu sebenarnya rencana Mas Rain, dia bilang dia mau menginap di sini untuk menjaga non, jadi saya disuruh disuruh pulang kampung, dan dia juga bersongkol sama Mas Lexis,” ujar asisten rumah tangga itu dengan perasaan bersalah. “Maafkan saya, Non.” Lexa mengangguk. “Enggak apa-apa, lagipula sekarang hubungan aku sama Rain udah baik-baik aja berkat Bibi yang mau diajak kerjas ama.” Lexa pun berdiri dari tempatnya. “Makasih ya sarapannya, enak banget. Aku ke kamar dulu.” Lexa pun langsung ke kamarnya yang ada di lantai dua, ia mulai membuka laptop

