Lexa memandang dirinya di depan cermin seperti manusia yang menyedihkan, mata sembab dan kantung mata hitam membuatnya terlihat menyedihkan, ini semua karena ia tidak tidur semalaman akibat menangisi hubungannya dengan Airlangga yang sudah berakhir. Gadis itu menghela napas panjang, hari ini ia harus kembali ceria dan menjalani semuanya dengan penuh suka cita, tidak boleh ada kesedihan dan air mata lagi. Lexa harus menjadi gadis kuat yang selalu memancarkan kebahagiaan untuk diri sendiri dan orang sekitar. Sedih boleh, menangis boleh, tapi jangan sampai berlebihan karena itu tidak baik. Lexa memasang wajah yang penuh senyuman, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri. “Lexa, ayo semangat. Kamu masih muda, banyak hal yang harus kamu lakukan, selain dari menangisi cinta. Contohnya, selesaikan

