47. Reuni

1200 Kata

Lexa merasa heran kenapa Airlangga sama sekali tidak bisa dihubungi, padahal dia ke Spanyol yang jelas-jelas ada sinyal bukan ke hutan belantara. Lexa bisa memaklumi kalau Airlangga pergi tanpa pamit karena ia pasti panik dengan kabar yang kakeknya meninggal, tetapi yang jadi masalahnya kenapa sekarang Lexa kunjung dihubungi, minimal kasih kabar kalau ia sekarang baik-baik saja. Lexa mencoba menghungi Airlangga di media sosialnya pun tidak ada tanggapan. Lexa semakin takut terjadi sesuatu dengan Airlangga. Ia takut pria itu tidak baik-baik saja. Kenapa ia harus pergi di saat Rain sudah kembali? Lexa takut akan luluh dengan Rain? Ia takut mengkhianati Airlangga? Semuanya memang terasa menyebalkan sekali. Apa yang harus Lexa lakukan sekarang? Tak lama kemudian terdengar deringan ponselnya L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN