The Most Beautiful “Nyuk, lo tadi ngapain, sih, sama kak Danola?" “Iya, ngapain, sih, kalian?" “Hihihi, CLBK, yak?" Alodia meringis mendengar pertanyaan dari ketiga sahabatnya itu. Saat ini mereka sedang berselonjor kaki di lantai gedung aula. Di pojokan banyak juga cowok-cowok yang tepar karena kelelahan. “Nyuk!” seru Atika sambil menyikut perut temannya itu karena pertanyaan mereka tidak digubris. “Nggak ngapa-ngapain kok. Orang gue kabur, ngumpet di kolong meja,” jawab Alodia sekenanya. “Hah? Kok malah ngumpet, sih?” tanya Nina sambil memukul-mukul pahanya yang terasa pegal karna kelamaan berdiri. “Ah, males ngomong sama dia,” Alodia mencebikkan bibir dan menyandarkan kepalanya di bahu Atika. “Tapi, Kak Danola kok makin manis, ya?” kata Kara yang diiyakan Atika dan Nina dengan

