Setelah mendapatkan beberapa foto dan berkeliling melihat keseluruhan taman bunga tersebut tampak terlihat lelah keringat bercucuran di dahinya. Max yang melihatnya langsung melap dahinyab dengan tangannya, Rara tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh suaminya pada dirinya. "Sudah hampir Maghrib, Bagaimana kalau kita ke restoran tersebut lagi menunggu adzan maghrib, kita sholat di dekat masjid itu. Setelah itu kita makan di sini mau kan?" Tanya Max pada Rara sambil memeluk bahunya. "Boleh. Ya sudah ayo kita ke sana." Mereka lalu berjalan menuju masjid yang ada di sekitaran Taman tersebut masjid, yang sengaja dibuat agar orang-orang yang berkunjung tidak mengalami kesulitan untuk beribadah, jika sudah ada waktu panggilan adzan. Teman itu memang sebenarnya merupakan taman yang dibuat ol

