26.

655 Kata

Dava menunggu tamu penganggu momen kebersamaannya bersama Airaa pulang, Shaka dan Dasta terlihat keluar dari ruangan Airaa setelah Dava menunggu cukup lama selama dua jam. Entah hal apa yang mereka bahas bertiga, yang pastinya menurut Dava hanya seputar soal urusan pakaian. Dengan santai Dava kembali berjalan ke arah ruangan Airaa, wanita itu tampak fokus pada layar laptopnya. "Apa yang sedang kau kerjakan?" tanya Dava menghempaskan bokongnya ke sofa. "Bukan urusanmu!" jawab Airaa ketus tanpa mau repot-repot melihat ke arah Dava. Dava kesal dengan reaksi yang Airaa tunjukkan, ia pikir dengan ciuman maut yang ia berikan tadi mampu menjinakkan sikap keras dan jutek Airaa. "Kau sendiri, kenapa masih disini? Apa kau tidak bekerja?" tanya Airaa kini mengalihkan perhatiannya pada Dava. Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN