BAB : 25

1311 Kata

Cahaya mentari mulai menyusup masuk ke ruangan, dimana penghuninya masih berada dibalik selimut tebalnya. Seolah tak terganggu sedikitpun. Hingga sebuah panggilan telfonlah yang membuat salah satu di antara mereka bereaksi. "Ck, ya ampun, siapa, sih, di jam segini sudah nelfon. Bener-bener nggak tau sopan santun sama sekali," ujar Dira dengan ekspressi malasnya, dan menyambar ponsel yang ada di nakas. "Hallo," ujarnya menjawab panggilan telfon. Tapi, tak ada jawaban apapun dari sana. Ia menatap ke layar ponsel. "Jelas saja tak ada respon, ternyata nyawanya sudah tamat," ujarnya bicara sendiri. "Ya ampun, mata gue masih ngantuk," keluhnya kembali merebahkan badan. Saat ia hendak mengubah posisi tidur menjadi miring, tiba-tiba-- ''Astaga!" kagetnya sedikit terlonjak saat mendapati sese

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN