Awalnya Dira hanya tidur-tidurannya di kamar, tapi lama kelamaan ia malah benar- benar tertidur. Bahkan, ia tak tau saat seseorang memasuki kamar dan menghampirinya. Ia menyentuh lembut pipi Dira, membuat si empunya sedikit bereaksi, tapi tetap tak bangun. "Dira," panggilnya. "Hmm," jawab Dira hanya dengan lenguhan kecil tak bermakna. "Apa kamu akan tetap tidur?" "Jangan menggangguku," balasnya seolah memperbaiki posisi tidurnya. "Baiklah, apa kamu akan tetap tidur setelah ini," gumamnya. Ia yang masih duduk di samping Dira, perlahan mulai menyentuh wajah Dira dengan jari-jarinya. Tapi sepertinya tak mempan sama sekali. "Sepertinya kamu mau yang lebih, ya." Tanpa berpikir panjang, tangannya mulai menerobos masuk ke dalam kaos Dira, yang pastinya langsung menyentuh bagian perut Dir
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


