Bab 11. Madu sekaligus Racun untuk Aninda.

1717 Kata

Aninda tiba didepan sebuah gedung yang besar dan tinggi menjulang ke langit, ia tampak kebingungan masuk menemui Tuan Dhaneo melalui arah mana, karena begitu luas ia kesulitan untuk mencari pintu masuk perusahaan tersebut. Ia masih mencari- cari papan petunjuk arah, matanya sibuk menyusuri setiap bagian halaman gedung yang luas. "Wow, perusahaan milik Tuan Dhaneo besar sekali, pantas saja ia terlihat arogan dan sombong!" Gumamnya. Dari kejauhan scurity memperhatikan gerak- gerik Aninda. Ia berjalan mendekati scurity, lalu scurity tersebut menawarkan bantuan karena melihat Aninda yang begitu kebingungan. "Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya scurity dengan ramah dan sopan. "Maaf pak, saya kemari mencari Tuan Dhaneo dan saya sudah ada Janji bertemu!" Jawab Aninda yang begitu jelas.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN