Hampir 40 menit sudah Doni dengan sabar menunggu Vella, tangannya masih dengan posisi yang sama, sangat lincah dan lihai menggerakkan jemarinya untuk bermain game, menunggu segelas teh manis dan hangat tersaji didepannya. Pintu terbuka, Vella melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, dengan hanya memakai kimono dan handuk yang melilit keatas untuk mengeringkan rambutnya yang basah, ia segera menuju dapur untuk membuat teh hangat dan mengambil beberapa cemilan untuk Doni. Kakinya sudah panjang, sampai berjinjit untuk mengambil sekotak teh yang berada di lemari dapur. Meskipun mempunyai kaki yang jenjang karena memang ia seorang model tak membuat ia mampu mencapai sekotak teh itu. "Don bisa bantu ambilkan teh di atas lemari?" Panggil Vella yang kesusahan mengambil teh tersebut, ia mas

