Karena merasa sudah tak perlu lagi untuk menghindar dari Rey, Tyo berani datang lagi ke kantor. Dan kali ini ia tak perlu menyamar sebagai kurir atau apa pun untuk menghindari Rey. Ia hanya perlu datang dengan sopan. Ia ingin makan siang bersama Key. Tak lupa membawa mawar merah. Tak perlu menyamar lagi, ia cukup hanya mengatakan saja bahwa Key adalah pacarnya, lagi pula satpam sudah tahu itu, tidak perlu repot mengulangi menjelaskan kepadanya lagi. "Selamat siang Pak! Anda parkir kendaran di sebelah mana? mungkin saya akan memindahkan ke area khusus? " tanya satpam karena tak melihat kendaraan di hadapannya. "Oh, saya parkir di hati Ibu Key, saja!" canda Tyo kepada si satpam. "Saya naek taksi kok, Pak." "Wah, jadi sama-sama suka naek taksi, tho!" Tyo tersenyum mengerti maksudnya.

