Salim datang minta dibuatkan pesanan pada Joko kemudian ia bergegas pergi ke dapur, sementara Joko sendiri baru saja hendak mengantar pesanan cappuccino untuk meja nomor 5. "Sudah biar gue yang anter, meja 5, kan?" Tyo menyambar nampan berisi 2 gelas cappuccino tadi. "Eh, beneran bisa?" tanya Joko, ragu. Tyo tak menghiraukan dan tetap membawanya. Sepertinya ia melupakan luka di tangannya. Memindahkan nampan dari tangan kiri ke tangan kanannya dan..., "Aaaaghh...!!!" teriak kesakitan itu sontak mengejutkan semua terutama--Key. "Ooooh..., auw!" Tyo sampai berlutut memegangi pergelangan tangan kanannya yang terasa sakit luar biasa. Luka itu tersiram cappuccino panas karena tangannya tak sanggup menopang nampan yang ia bawa. Teman-temannya segera menghampiri membawanya ke satu sudut dan S

