Ditinggalkan Key ke kantor, Tyo merasa bosan. Olahraga sudah. Membaca, menonton, dan segala yang menghapus bosan sudah ia lakukan. Masih tak cukup membunuh waktunya menunggu Key pulang. Berpikir ingin mampir ke kafe, disangkalnya. Ada yang lebih menarik pikirannya. Menata diri. Jeans, t-shirt, jaket, kaca mata, arloji, topi, terakhir parfum. Siapa menyangka ia hanya seorang pelayan kafe merangkap barista dadakan, atau apalah yang bisa ia kerjakan di kafe. Ia belum tahu tanggal lahir Key. Tapi firasat hatinya yang sudah sangat melekat pada gadis itu--merasa ada sesuatu di balik kalimatnya semalam sebelum mereka berpisah untuk tidur. Besok ... hari terpenting dalam hidupku, saat itulah aku... menjadi penguat cinta orangtuaku. Kata-kata itu terus mengulang di kepalanya. Menuntut makna. Se

