Pagi sekali Tyo sudah menyiapkan lukisan untuk ia bawa ke galeri langganan. Lukisan Key sedang tertidur di sofanya saat itu, sudah ia sempurnakan. Berharap bisa menghadiahinya sebagai kado cintanya untuk Key. Tapi takdir harus membuatnya mempertaruhkan lukisan itu. Antara lukisannya... atau sungguhannya yang harus ia selamatkan. Akhirnya ia mengikuti saran Joko. Selamatkan dulu dia yang ada dalam lukisan itu, baru lukisannya. Jadilah mereka pergi ke galeri, sebelum ke kafe. Kebetulan hari ini mereka shift sore. Sampai di galeri, Tyo langsung bernegosiasi dengan pemilik yang sudah tak asing lagi baginya. Ia penyuka lukisan. Meski tak begitu sering melukis. Ia sering mampir untuk membeli peralatan lukis, dan juga beberapa kali menjual hasil lukisannya. Tak pernah melukis objek lain, selain

