Sebuah Rahasia... __ Tyo duduk di balik jendela, memandang jauh di luar sana. Suara hak sepatu semakin mendekat di belakangnya. Dia acuh saja. Suara berhenti, tak lama kemudian lengan hangat menggelayuti pundak Tyo. "... Ngelamun apa sih, hm?" katanya lembut. "Sesuatu yang ... begitu dekat ... tapi begitu tinggi--" "Apa, sih?" Key merunduk melihat wajah Tyo, "aku nggak ngerti, deh." "Selain ke kantor--ke mana saja hari ini?" "Selain ke kantor... aku makan siang. Yah, memang bukan di Well's Cafe." "Sudahlah, lupakan pertanyaan aku. Kamu lelah, mandilah dulu." Suaranya terdengar tak seperti biasa. Key menyimpan pertanyaan, lalu menuruti perintah untuk segera mandi. Ia justru berpikir Tyo sedang memikirkan masalahnya sendiri. Kembali duduk menonton tivi. Saat Key duduk di samping

