Bab 19

1158 Kata

Avan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum masuk ke kamar untuk menemui Riyanti. Tiba-tiba saja tidak percaya diri untuk berdekatan dengan istrinya itu. Mengingat bagaimana buruknya ia di masa lalu dan kebodohannya yang mau saja diperalat oleh Wiwit. Sehingga kini ia ditempatkan pada posisi yang sulit memilih antara Riyanti dan mantan ibu mertuanya. Perlahan pintu kamar tersebut dibuka. Tampak Riyanti tengah duduk menantinya di tepi ranjang. Bibirnya melengkung menghadirkan sebuah senyuman yang begitu manis. Akan tetapi, senyuman itu malah membuat Avan semakin berat melangkahkan kakinya masuk ke kamar tersebut. Rasa takut dan bersalah bercampur menjadi satu, sehingga terlintas bayangan Riyanti meninggalkannya tahu siapa dirinya yang sesungguhnya. "Aku lihat tadi kamu sama Anne jalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN