Dua Minggu sudah lamanya Riyanti dan Avan saling diam dan tidur di kamar yang terpisah. Selama dua minggu itu pula rasa mual yang dirasakan Riyanti, semakin menjadi-jadi dan tak tertahankan. Terutama saat di pagi hari, dan ketika indra penciumannya menangkap aroma bumbu dapur yang sangat menyengat. Disaat ia menghadapi rasa mual tersebut, Riyanti harus menghadapi desakan Entin yang terus saja memintanya untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Wanita paruh baya itu selalu mengatakan apa yang dialaminya adalah tanda-tanda kehamilan di awal semester pertama. Dan akhirnya, hari ini Riyanti menyerah dan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan dirinya. Dengan harapan apa yang dikatakan oleh Entin hanyalah bualan semata. Bukannya apa, saat ini Riyanti belum menginginkan kehadiran bu

