Sebelum matahari menampakkan diri, Avan sudah berada di depan pintu kamar Ardan. Meskipun ia telah mencoba untuk menunda rasa ingin tahunya tentang Zahra dan Ardan, tetap saja rasa ingin tahu itu meronta menuntut untuk mencari tahu hal yang sesungguhnya. Namun, lagi-lagi Avan harus bersabar. Karena yang muncul di hadapannya adalah Anne. "Ada apa, Van?" tanya Anne. Berusaha menjaga air wajahnya supaya tetap tenang saat menghadapi Avan. Tanpa diberitahu pun Anne sudah tahu apa maksud dan tujuan Avan datang ke kamar Ardan. "Aku ingin membicarakan hal yang serius dengan Ardan. Apakah dia sudah bangun?" Bukannya menatap Anne, Avan justru melihat ke arah Ardan yang masih berbaring di ranjang. Anne menoleh ke belakang. Mengikuti arah tatapan Avan, yang tertuju pada Ardan. "Belum. Sep

