Bab 58

1165 Kata

Usai dengan urusan Anne dan Ardan, secepat mungkin Avan kembali ke tempat Riyanti. Namun, saat langkahnya sampai di dalam kamar tersebut, hatinya terasa sakit melihat Dean menggendong Azio. Di sana ada Jesi dan Okta. Mereka bertiga tampak berbincang-bincang dengan akrab. Tidak sedikit pun terlihat rasa benci ataupun marah Riyanti terhadap Dean seperti yang ditunjukkannya tadi. Apakah Avan memutuskan untuk pergi? Tidak. Ia bukanlah Avan yang dulu, selalu mengalah dan lari dari masalah. Selalu merasa takut dan rendah diri. Kini Avan yang seperti itu telah mati karena takut kehilangan Riyanti. Dengan langkah yang begitu mantap, Avan masuk. Ia langsung mengambil Azio dari tangan Dean. Menimang putranya itu, dan membawanya mendekat kepada Riyanti. "Van, akhirnya kamu datang juga," ucap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN