“Maksud kamu apa, Bi? Kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu? Apa aku membuat kesalahan yang membuat kamu kesal? Apa karena aku nggak bisa jemput kamu beberapa malam lalu karena harus lembur?” tanya Evan. Bianca menggeleng cepat, tidak ingin Evan salah paham padanya. “Tidak! Bukan karena itu, Van.” “Lalu karena apa?” tanya Evan lagi, rasa frustasi terdengar jelas dari suaranya. Bianca terdiam, tidak memiliki alasan yang masuk akal karena ini semua memang terpaksa dilakukan bukan karena keinginan dari hati Bianca! “Bi!” panggil Evan tidak sabar. “Aku merasa kita lebih cocok menjadi sahabat seperti dulu, Van. Entahlah, mungkin beban pekerjaanku yang semakin banyak membuatku berpikir kalau menjalin hubungan serius saat ini bukanlah sesuatu yang tepat,” jawab Bianca pada akhirnya. Hanya

