Aku di sini

1120 Kata

    Bram terbangun keesokan paginya saat Matahari belum lagi bersinar. Penerangan di dalam kamar Meggie hanya berasal dari lampu yang berada di atas nakas tempat tidur.     Pagi ini tubuh Bram terasa segar dan memiliki semangat baru saat terbangun dan melihat seorang wanita tidur meringkuk di dalam pelukannya. Wajah Meggie yang polos sama sekali tidak terlihat kalau usianya sudah seperempat abad. Usia yang sangat pas untuk menikah dan menjadi seorang ibu bagi anak-anak mereka yang akan lahir.     Gerakan tangan Bram saat menyentuh dan mengelus perut Meggie pada awalnya jauh dari gairah tetapi begitu menyentuh kulit telanjang Meggie…semuanya menjadi berbeda. Tubuh polos mereka saling bersentuhan hingga Bram merasakan gairahnya bangkit kembali.     Dengan menggesekkan bagian bawah tubuhny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN