Sebelumnya saat Bram pertama menyentuhnya dan nyaris membuatnya gila, kesadaran sudah meninggalkan dirinya. Tapi Bram juga yang telah membuatnya sadar kembali hingga ia mulai mengerti resiko yang akan terjadi bila ia membiarkan Bram tetap merayunya. Mata Bram berkilat-kilat dengan gairah yang terpancar sangat jelas. “Kamu sudah mengenakan cincin yang membuatmu terikat Meg.” “Dan kamu sudah mengatakan padaku bahwa kau akan melakukannya dengan memenuhi perjanjian dengan cara yang terhormat.’ Suara tawa Bram terdengar begitu menggoda saat dia mengecup kening Meggie. “Kau lupa bahwa aku belum merayu mu? Dan apa aku harus mengulanginya lagi?” “Aku tahu. Akulah yang memulainya,” katanya merengut. “Dan entah mengapa aku malah menjadi korbannya,” keluhnya. “Hahaha…ja

