Meggie tidak tahu apakah ia harus marah atau berterima kasih pada Bram. Di antara 10 orang yang dikirim oleh Bram, hanya Lamira yang bisa dan memiliki hasil kerja yang sesuai dengan keinginannya. Sepertinya Bram memang tidak membiarkan Meggie menentukan pilihannya sendiri. Bram begitu sibuk mengurus surat perijinan untuk pernikahan mereka. Begitu juga dengan Radit yang sudah datang ke Jakarta dan mengurus semuanya. Mereka semua bergerak cepat sampai Meggie melupakan kalau hari ini ia harus fitting gaun pengantin sesuai dengan agenda yang sudah dibuat oleh Anna yang sengaja datang ke Jakarta untuk membawa gaun pengantin untuknya. Suara telepon di mejanya terus bordering membuat perhatian Meggie terusik. Ia dan Lamira sudah mulai mengerjakan proyek yang diberikan oleh kakeknya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


