"Oh, silakan. Miss Ara!" "Makasih ya." Tak ada larangan dari penjaga daycare. Jelas aja Mutia sangat senang. Karena memang ada yang ingin dia bicarakan dengan orang yang mengantarkan Tiara. "Ayo Sayang, kita kemas barang-barangnya dan siap-siap pulang." Tapi tak ada kata yang terurai dari Tiara. Dia hanya diam dan tidak mengangguk juga di saat Mutia justru bersemangat untuk mengambil tasnya. 'Apa kau tidak nyaman dengan rumahmu? Apa sebenarnya permasalahanmu yang membuat dirimu seperti tidak mau pergi dari daycare ini?' Jujur saja Mutia bingung. Tapi dia tidak punya alasan lain sekarang untuk menahan anak itu agar lebih lama tinggal. Orang tuanya sudah menjemput dan mereka berhak untuk membawanya pergi. "Nah, tasnya sudah dirapikan. Yuk kita pulang!" Tiara memang mengikuti Mutia t

