"Hari ini aku tidak banyak agenda, tenang aja Pak Fahmi!" Raffi menjawab singkat tapi sebetulnya seseorang yang bersama Raffi sudah menggerutu. 'Aku yang babak belur harus menggonta-ganti agendanya. Mana aku juga diomelin sama kliennya. Nasib deh!' bisiknya tapi memang dia tidak mengatakan ini pada Raffi. Dia memilih diam di saat yang bersamaan Raffi juga duduk. Inilah saatnya mereka harus memulai rapat "Selamat siang semuanya." Raffi menyapa semua orang yang ada di dalam ruangan itu. "Selamat siang, Pak Raffi." Semua menyapanya dan ada satu orang yang berdiri di samping Fahmi. Dia juga sudah mengulurkan tangannya "Selamat siang Pak Rusli. Apa kabarnya?" Sikap Raffi cukup baik. Dia bisa meng-cover emosi yang tadi sudah dikeluarkannya di dalam ruang kerjanya. Di sini dia masi

