"A-apa? Jadi dari tadi kamu mempermainkan aku?" Andina kesal sangat dan dia seperti tidak punya muka setelah melihat senyum di wajah Jefri. "Nah, aku dari tadi cuman dengerin kamu aja dan nggak ada niat buat mempermainkanmu. Lagian aku mau bilang kalau aku nggak punya IG kan aku nggak bisa ngomong. Karena kamu udah ngomong macam-macam terus, aku jadi nggak enak lah mau ngomong gimana? Masa aku motong omongan kamu?" "Ka-kamu." Andina mengepalkan tangannya emosi dan saat itu juga dia keluar dari ruangan Jefri tanpa bicara apapun lagi. “Kurang ajar. Kupikir dia bisa jadi batu pijakan. Ternyata dia malah lebih parah. Playboy banget dan dia sengaja bukan bikin aku kelihatan memalukan gitu?” Andina yang emosi sudah marah besar dan keluar dari kantor Jefri. Cuma sekarang dia jadi kesulitan

