Hampir satu jam Adara duduk bersimpuh di depan pria yang duduk diatas sebuah kursi. Kedua tangannya diborgol. Pria itu juga terlihat tidak baik. Beberapa luka lebam menghiasi wajahnya. Di samping Adara, Adnan memeluk bahu istrinya itu. Masih berusaha membujuk Adara agar mau berdiri dan pulang ke rumah mereka. "Jangan diam saja! Cepat katakan siapa yang menyuruhmu untuk membunuh ayahku. Katakan juga kepada ku apa salah dan dosa beliau. Sehingga kau tega melakukan ini padanya. Kau tahu, bagaimana keadaan ayahku saat dibawa ke rumah sakit?" Adara tersenyum getir. "Tangan dan kaki beliau patah karena terjepit body mobil. Ada luka yang sangat besar menganga di ujung kepalanya. sehingga darah segar mengalir begitu saja dari sana. Coba kau bayangkan, bagaimana rasa sakitnya. Itu sebabnya tubuh

