Butuh waktu lama bagi Ryan agar bisa benar-benar tidur. Karena ini adalah kali pertama baginya tidur di ranjang yang sama dengan seorang wanita. Walaupun ada bantal guling yang menjadi pemisah diantaranya dengan Melisa, tapi tetap saja Ryan kesulitan untuk tidur. Dan saat Ryan sudah berhasil tidur, ia dikejutkan dengan kehadiran kaki Melisa di atas perutnya. Bahkan, bukan hanya sekedar kaki, kini gadis itu mendekat dan bersembunyi di dalam ceruk lehernya. Semakin membuat Ryan gugup, bahkan kesulitan untuk bernapas. "Sa-sa, bisakah kamu mundur sedikit? Kamu bisa membangunkan sisi liarku," ucap Ryan. Seraya menurunkan kaki Melisa dan sedikit mendorong tubuh gadis tersebut. Alih-alih mundur, Melisa malah semakin merapatkan tubuhnya dan memeluk Ryan. Gadis itu juga bergumam, "Bu … dingin

