Bab 16

1228 Kata

Adnan mengusap pipi mulus istrinya, yang sedang terlelap di dalam tidurnya. Setelah bersenda gurau, pasangan suami istri berbeda umur tersebut, tertidur. "Mmmhhh," gumam Adara, saat Adnan menyesap lembut bibirnya. "Kamu semakin cantik saat tidur!" Adnan menghapus jejak bibirnya, di bibir istrinya. "Jangan gombal. Mana ada wanita yang cantik saat bangun tidur," Adara mempererat pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di dalam ceruk leher Adnan. "Kita disini saja, ya. Aku sedang tidak ingin jauh darimu. Besok aku berjanji akan membantu bekerja di gerai. Asalkan hari ini kita begini saja hingga besok pagi!" merapikan rambut Adnan, dengan jari-jari lentiknya. Wajah Adnan bersemu merah. "Mmmhhh, bagaimana, ya …," memeluk erat tubuh istrinya. "Kalau seandainya aku tidak mau bagaimana?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN