Demi Tuhan. Untuk kali ini Marcel tidak bisa lagi menahan amarah yang telah membakar d**a hingga ubun-ubunnya. Mendengar Rere ditemukan tidak sadarkan diri di ambang pintu pantry. Lebih parahnya lagi, yang menemukan istrinya adalah Jesi. Gadis yang selama ini selalu mengganggu rumah tangga mereka. "Aku pastikan kali ini kau mati di tanganku, Jes!" umpat Marcel. Memukul kerasnya dinding sel tahanan. Ia begitu tidak sabar menunggu Adnan selesai mengurus izin untuknya, agar bisa keluar melihat Rere di rumah sakit. Serta meremukkan tulang-tulang Jesi dengan kedua tangannya sendiri, jika terjadi sesuatu kepada anak dan istrinya. "Ingat, Cel. Jangan gegabah dalam bertindak. Buang dulu jauh-jauh pikiran burukmu tentang Jesi. Sejahat apa pun dia, tidak akan mungkin dia sanggup untuk melukai Re

