Nesya mengulas senyum getir pada Alvino yang menatapnya dalam diam namun tersirat jelas kekhawatiran dan ketakutan di wajahnya. Melihat pemuda itu tampak babak belur karena banyak luka di wajahnya yang belum sembuh kini justru bertambah, hati Nesya berdenyut sakit melihatnya. “Kalian kenapa menangkap Nesya? Bukankah kita sudah sepakat, saya akan kembali bertarung di sini tapi dengan syarat kalian tidak boleh mengganggu gadis itu?!” Teriak Alvino, dia sungguh sedang panik sekarang. “Kembali bertarung, lo bilang? Kembali bertarung apaan, lo gak ngelawan di atas ring. Gue tahu lo sengaja ngalah. Lihat, gara-gara kelakuan lo tadi, pertandingan jadi kacau, kan? Itu lo maksud balik lagi bertarung di sini?!” Brady balas berteriak. Wajahnya memerah kentara menahan amarah. “Jika Anda marah, c

