Berkali kali Elias mengusap wajahnya dengan gusar dan menghela nafas berat sebelum melemparkan gelas yang sebelumnya ia pegang hingga menghantam dinding dan pecah berserakan. “Arrggghhh...” Geram Elias sembari mengacak-acak rambutnya frustasi, kenapa untuk masalah hati ia tidak bisa mengendalikannya dan Elias benci itu. Banyak hal yang bisa dirinya lakukan tapi disetiap ada kesempatan pria tua b******k itu selalu datang mengancamnya tapi kali ini Elias tidak akan membiarkan hancur untuk kedua kalinya ia akan berusaha mempertahankan perasaannya dan melindungi Hailey. Elias memegangi kepalanya yang tertunduk diatas meja, dahulu Maisa dan dirinya hidup dengan baik layaknya remaja pada umumnya yang menjalin asmara tapi semuanya lenyap ketika si tua bangka itu memberikan syarat palin

