terungkap dan terpuruk

999 Kata
Keesokan harinya kini para member secret number sudah menyelesaikan latihan mereka. Lalu mereka meminta izin pada sang manager dengan alasan ingin pergi jalan-jalan. Dan manager pun memberikan mereka izin. "Kajja, kita bawa mobil siapa?" Tanya Jinny. "Bawa mobilku saja dan mobil soodam" kata Denise. "Baiklah, aku akan ikut dengan soodam" kata Dita. "Aku juga" kata Jinny. "Ya Denise, kau harus denganku.. aku tak mau sendiri" ucap Lea dan Denise mengangkat jarinya yang membentuk huruf ok. Mereka pun memasuki mobilnya masing-masing lalu melajukan nya dengan perlahan. Di mobil soodam "Kita harus membawakan bingkisan bukan?" Kata Dita. "Ya kau benar eonni, lebih baik kita mampir ke toko buah terlebih dahulu" timpal soodam. "Baiklah, sebentar aku menelpon Lea eonni dulu" kata Dita lalu menelpon Lea. "Hallo eonni"-dita. "Ne, ada apa Dita"-lea. "Kita mampir ke toko buah sebentar, kita harus beli sesuatu untuk Suga oppa" kata Dita. "Ah benar katamu, baiklah.." Tut Tut "Sudah, itu di depan sepertinya ada toko buah" tunjuk Dita ke tepi jalan. "Oke" Mereka pun mampir sebentar ke toko buah. Tapi berbeda dengan Jinny, dia malah berjalan menuju toko bunga dan membeli sebuah buket bunga mawar putih. "Apa dia akan menyukainya, perasaan ku memang tak pernah salah.. dan sekarang dia memang sakit" ucap Jinny pada dirinya sendiri. Setelah itu mereka pun kembali ke dalam mobil. Dita melihat buket bunga yang di pegang oleh Jinny lalu bertanya. "Wah Jinny, kau membelinya untuk suga?" Tanya Dita dan Jinny mengangguk. "Ne, apa dia akan menyukainya.. aku hanya ingin berterima kasih karena telah menjengukku" kata Jinny yang duduk di belakang sendirian. "Dia pasti akan menyukainya, karena aku pun menyukai itu hehe" ujar soodam dengan terkekeh. "Aku tak meminta pendapat darimu eoh" ucap Jinny dengan nada yang bercanda. "Aishh baiklah-baiklah" kata soodam yang lalu kemudian fokus menyetir lagi. **** Di rumah sakit. "Apa mereka belum sampai?" Tanya Jimin. "Sedang di jalan" ucap jin yang menerima kabar dari Dita. "Ah Hyung, seperti nya kita semakin dekat dengan mereka" celetuk taehyung. "Baguslah" timpal jin lagi yang fokus dengan handphone nya. "Bagus karena kau bisa lebih dekat dengan Dita Noona kan" kata Jungkook lalu dia memakan keripik singkong yang dibawa oleh j hope. "Ya jungkook, itu keripik singkong punyaku buat Dita eoh.. kenapa kau makan!" Pekik j hope membuat jin menatapnya. "Ya hobby-ah, kenapa kau malah mengincar Dita ku eoh" kata jin membuat semua member tertawa karena jin memanggil dita dengan sebutan Dita ku. "Dia bukan milikmu Hyung, jadi aku bisa mendekati nya" kata j hope. "Yak tak bisa tak bisa.. bukankah kau mengincar Denise?" Ujar jin membuat namjoon menatapnya. "Ani, tak boleh" kata Namjoon. "Ya ya, kalian memangnya siapanya mereka eoh" ujar Jungkook yang pusing dengan kelakuan para Hyung nya. Drrtt drrtt drrtt Tiba-tiba telpon Jimin berbunyi. "Hallo" .... "Kenapa lagi? Aku sudah memutuskan mu ne.. jangan menelponku lagi" ... "Pergilah, jangan menganggu hidupku lagi" Tut Tut "Apa itu seulgi" tanya suga dan Jimin mengangguk. "Ne.." Suga hanya ber oh ria, mereka sudah mengetahui kalau Jimin dan seulgi sudah putus karena seulgi yang ketahuan selingkuh. "Aku ingin cerita pada kalian" ucap Suga tiba-tiba membuat mereka antusias untuk mendengarkan. "Ada apa Hyung, apa apa.. ayo" ucap taehyung yang kini sudah duduk dengan tegak di sofa. "Ceritalah.. aku siapa menampungnya" kata j hope. "Aku memiliki masalah yang cukup rumit" kata Suga dan para member diam mendengarkan. "Aku sudah membuat kesalahan yang sangat fatal" kata Suga lagi dengan nada yang lemas. "Memangnya apa yang telah kau perbuat?" Kata Jimin. "Huhfft.. aku.." ucapan Suga menggantung. "Sudah membuat hubungan Jinny dan taeyong memburuk" Duar Ucapan Suga bagai petir di tengah bolong bagi Jinny yang kini mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu di balik pintu. Para member lainnya masih sedang berjalan mendekati nya. "Mwooo apa katamu, apa kau sudah gila eoh!!" Bentak jin. Suga diam. "Ya Hyung apa yang kau lakukan, kenapa kau kejam sekali" timpal namjoon. "Ya aku tau, aku juga tak tau kenapa aku bisa berbuat seperti itu" kata Suga. "Apa.. apa kau jatuh cinta dengannya Hyung?" Tebak Jungkook. Brakkk Jinny menggebrak pintu membuat semua orang Yang ada disana terkejut begitupun dengan para member secret number lainnya yang baru datang. Jinny menghampiri ranjang Suga lalu memberikan bunga yang tadi dia beli pada Suga. "Ini untukmu, dan terima kasih atas segalanya" kata Jinny dengan wajah yang datar lalu pergi begitu saja. "JINNY!! Dengarkan aku" kata Suga namun Jinny tak mendengarkan. Dita pamit lalu mengejar Jinny. "Jinny-ya kau kenapa eoh" kata Dita dan dapat dia lihat Jinny yang saat ini sedang menangis. "Ya ya.. kenapa kau menangis, ada apa? Katakan" kata Dita lagi dengan wajah yang khawatir. "Eonni, ayo pergi dari sini" ajak Jinny dan Dita langsung mengangguk dan membawa Jinny ke mobil soodam dan untungnya kunci mobilnya ada pada Dita. Di ruangan Suga, Suga telah menceritakan semuanya pada Lea, soodam dan Denise. "Kau sangat jahat oppa, aku tak menyangka kau memiliki sifat seperti itu" ujar Lea dengan wajah yang prihatin. "Kami permisi" kata Lea lalu pergi. "Tunggu" cegah jin membuat mereka menghentikan langkah nya. "Maafkan Suga, aku tau dia salah Disini. Tapi aku mohon kalian jangan marah pada kami" mohon jin. "Kau tak perlu meminta maaf oppa, yang seharusnya meminta maaf itu adalah suga-ssi, dan dia harus meminta maaf terhadap Jinny bukan pada kami" kata Lea. "Benar, kami kesini hanya ingin menjenguk. Jadi terimalah bingkisannya dan kami pamit pulang" ucap Denise. "Kajja" ucap Lea lalu mereka pun pergi. Suga merutuki sangat merutuki dirinya saat ini. Dia sudah berbuat salah dan fatal. "Aku kecewa padamu Hyung" kata Namjoon lalu pergi begitu saja. Dan Jungkook, Jimin, taehyung serta j hope juga pergi tanpa berbicara sedikitpun. Suga termenung di tempatnya. Jin menatapnya dengan bersilang d**a. "Sebaiknya setelah kau keluar dari sini.. segeralah meminta maaf pada Jinny" kata jin lalu keluar juga. "Arghhhh" murka Suga yang menjambak rambut nya sendiri dengan kasar hingga bahunya merasakan nyeri lagi. "Akhhh" ringisnya memegangi bahunya. "Bodoh, kau sangat bodoh min yonggi.. arghhhh" Ruangan itu di penuhi oleh teriakan Suga yang menggema. Aku benci kau min suga-ssi.. aku benci.. batin Jinny.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN