"Bang ketawa lo kek orang psikopat yang berhasil ngebunuh mangsanya, ngeri banget, tetapi untuk menyambut Aristela di luar sana, mohon maaf, takkan kubiarkan karena hati Aristela hanya milik Adnan seorang!" Adnan berusaha lepas dari cengkeraman kedua kakaknya ketika Abraham dan Agam lebih dulu keluar untuk menemui Aristela yang berada di ruang tamu. "Bang, ayolah ... jangan giniin gue, pasti Kak Aristela rindu banget sama gue, tolong lepasin," ucap Adnan dengan nada yang mengajak kedua kakaknya ini untuk berdamai, tetapi tidak untuk August dan Aderald yang menggeleng sembari menunjukkan senyum jahatnya. "Lo kan lagi sakit, cocoknya tuh ada di kamar, tenang aja ... nanti kami kasih tau ke Aristela kalau lo lagi sakit kepala, okey?" "Licik lo, Bang!" Aderald dan August tertawa puas kemu

