Chapter 66

995 Kata

Jantung Aristela berdegup kencang, akan tetapi ... Aristela tak ingin melayang begitu saja, mengingat pertemuan mereka begitu singkat juga memori kelam terhadap satu pria yang membuatnya trauma dan sama-sama bertemu dalam waktu yang tidak lama. "Jadi mamah bohongannya Zeline yah, Om?" tanya Aristela tersenyum kecil. Dalam lubuk hati Zahair, bukan mamah bohongan, melainkan mamah sesungguhnya. Akan tetapi, tentu Zahair tidak segegabah itu karena dia hanya ingin memberikan tes pertama untuk seorang Aristela secara tersirat. "Tidak, mamah sungguhannya, apakah kamu mau?" tanya Zahair to the point. Aristela lagi-lagi tersenyum. "Maaf, Om. Aristela enggak bisa dalam waktu sesingkat ini apalagi dalam sehari, tentu dari kita masing-masing membutuhkan waktu yang lama untuk saling mengenal dari s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN