Chapter 31

1141 Kata

"Kalau sampai besok malam Mamah pulang lantai enggak seperti semula, Mamah bakalan marah sama kamu sampai entah kapan waktunya, paham?!" Sebelum Abraham menjawab, pintu kamar ditutup dengan bantingan yang keras, membuat sang anak pertama menghela napas sedikit. "Huft, Mamah selalu berlebihan dalam segala sesuatu yang ada di rumah ini," gumamnya kemudian berbaring di ranjang sembari menatap atap-atap langit. Pikirannya pun teralihkan ke Aristela, bukan karena menyukai wanita itu, tetapi belum terbiasa dengan kehadiran orang baru dalam rumah ini, segala sandiwara yang dilakukannya ternyata berjalan dengan baik. Saudara-saudaranya tentu tahu akan hal ini karena kemarin-kemarin sempat ia beberkan, akan tetapi sifatnya di lain waktu lagi masih sempat membalas atau menjawab ucapan Aristela ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN