ikut bersuara

493 Kata
udah deh kak kalau ibu emang belum mau menjual rumah ini nggak usah di paksa. lagian buat apa buru buru jual rumah.. toh ibu juga nggak pernah kekurangan uang. toni yang mendengar percakapan iu dan kedua kakak perempuan nya ikut menimpali ucapan mereka. kamu nggak usah ikut campur deh ton... kamu itu anak paling kecil di rumah ini. kami yang lebih tua dan lebih berhak atas rumah ini. kamu kalau gak suka dengan rencana kami boleh pergi dari sini. lagian kamu juga sudah punya rumah sendiri, kenapa juga masih betah tinggal dirumah ini. lagi kak lina me no jawab ucapan toni dengan wajah marahnya. aku bukannya nggak mau pergi dari rumah ini kak... tapi aku masih mikirin ibu... siapa lagi yang mau mengurus dan menemani ibu kalau bukan kami. kak lina sama kak nita mana pernah punya waktu buat ibu. kalian cuma datang kalau lagi ada keperluan sama ibu saja. bahkan mendengar ibu sakit aja kalian nggak begitu perduli. tapi untuk urusan harta ibu saja kalian sangat bersemangat. alahhh sudah deh ton... nggak usah kebanyakan ngomong kamu... kalau tumah ini di jual juga kamu pasti masih mau sama uangnya. apalagi hidup kamu itu masih pas-pasan begitu. suami istri masih jadi beban hidup orang tua aja udah songong... ucap kak tina lagi cukup kak... jangan selalu memojokkan keluarga kami... selama ini kami udah terlalu banyak diam mendengar semua hinaan yang kalian lontarkan. sekarng sudah cukup, jangan lagi....aku sudah muak mendengarnya...rika yang selama ini selalu diam mendengar ucapan dari semua keluarga suaminya kali ini sudah tidak tahan untuk ikut berbicara. semua mata manusia yang ada di ruangan itu tertuju kepadanya. mereka cukup terkejut mendengar ucapan rika yang selama ini tidak pernah ikut bersuara di dalam rumah itu. selama ini dia hanya diam mendengar semua ucapan hinaan dan makian yang selalu menggores hatinya. namun kali ini ia sudah tidak tahan dengan semuanya. selama ini aku diam bukan karena aku takut dengan kalian tapi semua itu karena aku masih menghargai kalian sebagai bagian dari keluarga suamiku. tapi nyatanya orang yang selama ini aku hargai sama sekali tak pernah menganggap semua itu. bahkan kalian terkesan menginjak injak harga diriku dan suamiku. jika kalian memang menginginkan untuk menjual rumah ini jangan pernah sangkut pautkan kehidupan kami dengan keinginan kalian. lagipula semua keputusan ada pada ibu. cuma dia yang berhak menentukan rumah ini akan di jual atau tidak. bukan kalian anak-anak serakah yang bahkan tidak pernah peduli dengan keberadaan ibu kandungnya. lagi rika mengungkapkan semua kekesalan di hatinya. cukup rika.... kali ini ibu yuli yang bersuara. punya hak apa kamu berbicara lancang seperti itu pada anak-anak ku, di rumahku sendiri...? walau bagaimanapun anak-anak ku mereka tetap berhak atas rumah ini. kau yang tidak pantas berbicara di rumah ini... baik bu... aku memang tidak berhak ikut campur urusan kalian.lagipula aku memang bukan siapa-siapa di rumah ini. terserah ibu jika ibu mau menuruti kemauan kedua anak ibu yang hanya memikirkan harta ini. rika pun berkata sambil berdecih ke arah kakak-kakak iparnya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN