Part 25

2472 Kata

Perlahan, Vanessa melihat punggung Rafael menjauh dari kamarnya. Seketika saja ia membalikkan tubuhnya menghadap jendela kamar. Ini sudah sore dan Vanessa belum tidur siang karena asyik bercinta dengan Rafael sampai dua ronde. Itu melelahkan di tubuhnya, tapi dirinya tidak akan munafik bahwa itu sangat nikmat. Helaan napasnya membuat Vanessa bangkit. Ia menaikkan selimutnya sampai menutupi tubuhnya yang tanpa busana dan berjalan ke kamar mandi. Setelah mengunci pintu kamar mandi, ia berjalan ke arah kaca dan memandangi bayangannya di cermin dengan senyum yang merekah. Sialan, ia mengingat lagi kenikmatan yang didapatnya dari Rafael. Ternyata, pria itu sangat bisa memuaskannya. Vanessa sekali lagi mengembuskan napasnya dan tangannya langsung menurunkan selimutnya sedikit untuk melihat

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN