17

1223 Kata

Mata Anthea menajam saat ucapan pria berambut putih itu menambah rasa marah di hatinya. Dia tidak habis pikir pria macam apa yang berani mengatakan hal itu pada wanita. "Ini salahmu. Menambah beberapa pekerja tanpa persetujuan kami dan mereka sangat diluar ekspetasi kami. Kau benar-benar menghancurkan proyeknya!" Anthea hendak berbicara memotong ucapan mereka namun Celin lebih dulu membuka bibirnya. "Dua dari pekerja bangunan dan satu kapten mereka kedapatan mencuri alat-alat proyek dan menjualnya ke tempat ilegal. Ada kesalahan di dalam proyek kemarin malam. Salah satu pekerja di sana dalam kondisi cacat mental. Dia merusak beberapa bangunan." Anthea menatap Celin dengan kedua mata melebar terkejut. Demi Tuhan, dia tidak tahu hal ini. Anthea tidak pernah terjun ke dalam pen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN