37

1043 Kata

"Aku tidak lagi demam," Anthea memainkan sumpitnya di atas meja. "Terima kasih." Katanya tulus. Dengan sebuah senyum. Gale mengangguk singkat, dia memutar-mutar sumpitnya di atas mangkuk ramen yang uapnya masih mengepul. "Makanlah. Setelah itu minum obat." Anthea tidak bisa menyembunyikan senyumnya lebih lebar lagi. Dia mengangguk seperti anak kecil, menyendok kuah ramen dalam porsi banyak ke mangkuknya. Senyumnya tiba-tiba pudar saat kilasan memori yang tidak seharusnya datang, memaksa masuk ke dalam kepalanya. Merasuki pikiran warasnya sebentar. "Lihat, aku membuatkanmu ramen,"Anthea tersenyum lebar saat Sai mendudukkan dirinya di atas kursi kayu mungilnya dengan semangkuk kecil ramen yang masih panas. Anthea menggigit bibirnya, menatap Sai dengan pandangan berbinar senang. "Untukku?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN