Gale menaruh pigura fotonya di atas meja dengan senyum kecil. Ini sudah satu minggu semenjak kejadian dimana Anthea pergi dan dia tidak pernah kembali. Bukankah semua sudah jelas kalau dia kalah? Madana Gale tidak lagi boleh berharap. Dia bahkan tidak bisa mencari wanita itu kemana pun. Dia berusaha, tapi Anthea seolah-olah benar-benar pergi dan tidak lagi akan kembali. Mengusap wajahnya, Gale menuruni anak tangga dimana mansion mewahnya terlihat semakin sepi dari hari ke hari. Gale pergi ke dapur, meneguk air dingin dari dalam kulkas dan kembali menuju ruang tengah sampai dia mendengar pintunya terketuk samar. Mengerutkan dahinya, Gale pergi menuju pintu rumahnya, membuka gagang pintu itu dengan ragu karena suara ketukan itu tidak lagi terdengar. Menghela napas panjang dan siap memukul

