Anthea mendekat ke arah mobil diikuti langkah ragu Celin yang langsung membuka pintu mobilnya. Menunggu Anthea masuk. Anthea mengintip dari kaca mobil, menyuruh Celin untuk pergi lebih dulu dan dia akan berjalan kaki sampai ke kantor nanti. Celin mengangguk, dia memundurkan mobilnya dan mulai mencari jalan keluar dari halaman kedai itu. "Apa maumu?" Sai mengusap wajahnya. Wajah pria itu semakin pucat. "Aku ingin memberimu selamat. Kau sudah kembali bekerja." Anthea terdiam. Dia tampak berpikir. "Aku tidak butuh ucapan selamat darimu," suara yang keluar dari mulutnya terdengar sinis. Anthea melihat tatapan mata itu terkejut sebelum akhirnya kembali kosong. "Aku mengerti." Sai kembali menatap wajahnya. Kali ini ada senyum. "Aku harus berbicara banyak padamu. Maukah kau menemuiku jam d

