49

1191 Kata

Callia mengangkat bahunya. Mengusap perban yang membalut pelipisnya dengan pelan. "Sai bekerja sebagai supir taksi saat itu. Aku tidak tahu kalau pria itu memiliki ekonomi yang sulit. Ibunya memiliki sebuah panti dimana Anthea ada di sana. Anthea diasuh dan dibesarkan di panti milik ibunya. Sai tidak memiliki seorang ayah." "Bagaimana kau bisa ..." suara Celin tertelan rasa terkejutnya. "Mengenalnya?" Mata Callia mendongak ke atas, menatap langit-langit kamar dengan lirih. "Saat itu ... aku dan Anthea ada di acara yang sama di sebuah pentas sekolah. Aku pulang larut dan Anthea juga sama. Aku melihat Sai duduk di taman menunggu Anthea yang sedang sibuk mengurus jalannya sebuah acara. Aku melihat Sai yang begitu lembut ... perhatian pada Anthea meskipun tanpa kata-kata. Aku berdebar meliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN