Celin bergerak menuju Saveri yang menyuruhnya untuk kembali. Anthea tidak tahu kalau Gale ada di sana karena terlalu sibuk dengan tangisannya. Dia bergerak, mendekati wanita itu dan berlutut di depannya. Wajahnya memerah. Pipinya yang pucat memerah karena tangis. Matanya basah. Mata yang meneduhkan itu meredup seiring tetesan demi tetesan air mata mengalir membasahi pipinya yang pucat. Gale mengepalkan tangannya saat mata hijau itu menatapnya dengan mata yang menggenang. "Dia akan sadar." Anthea mengusap wajahnya kasar. Menatap Gale tak terbaca. "Jika tahu kau di sini, dia akan sadar." Anthea menggeleng tak mengerti. Gale tersenyum miring, dia mengusap pipi wanita itu dengan lembut seolah-olah kalau dia bersikap kasar, Anthea akan hancur. Dan itu juga membunuhnya. "Maaf." Anthea me

