" Eughh, " Keina melenguh saat ia terbangun dan mendapati tangan kekar membebani perutnya. " Nan, udah malam, "-ucap Kei shock lalu menepuk-nepuk tangan Keenan yang ada di perutnya. Keenan mengerjapkan matanya pelan. Mengumpulkan kesadaran yang tersebar entah kemana saat ia tinggal tidur. " Bangun! Ini udah malam tau!, "-ucap Kei sedikit meninggikan suaranya. Kei lalu akan bangkit dan langsung terhenti kala mengingat sesuatu. " Kenapa?, " Keina langsung melihat kedalam selimut yang menutupi tubuhnya. Lalu teringat kejadian sebelum ia tertidur pulas. " Kenapa?, "-ulang Keenan pada Keina yang tak jadi bangun malah kembali tiduran. Wajah Kei tiba-tiba merona. Keenan yang bingung langsung melihat kedalam selimut juga dan terkekeh. " Kenapa? Malu?, " Keina menutupi kepalanya k

