Seminggu kemudian Acara double date berkedok makan malam akhirnya tiba. Sesuai janji Hana, dia dan suaminya yang akan menjemput Lia ke rumahnya dan juga mengantarnya pulang nanti. Saat tiba di sebuah restoran, mereka bertiga masuk dan langsung menuju meja yang telah dipesan khusus sebelumnya, di rooftop. Hana dan Lia saling berbincang dan tertawa sesekali saat menaiki tangga namun saat tiba di meja yang dimaksud, senyum Lia pudar ketika melihat ada orang lain di tempat mereka. "Kak Rio." Rio sontak berdiri, memasang senyum terbaiknya. Penampilannya menawan malam ini, serba hitam dan elegan namun mungkin tidak menawan di mata Lia. "Ngapain kamu di sini?" "Aku diundang makan malam juga ..." ujar Rio kemudian melirik Hans. "Sama Pak Hans," sambungnya. Lia mengernyitkan dahinya, menatap

