"Rio! Mau ke mana kamu? apa tidak ada yang ingin kamu katakan pada kami?!" seru Gilang saat tiba di rumah. Rio yang awalnya hendak ke kamar sontak berbalik. Wajahnya basah, matanya merah dan urat di lehernya menegang. "Aku harus jelasin apa lagi, Pa, Ma?! Aku nggak ada hubungan sama wanita itu, aku bahkan nggak kenal dia. Apa mama sama papa nggak percaya sama anak kalian sendiri?!" ungkap Rio menumpahkan kekesalannya yang sedari tadi dipendamnya sampai kedua orangtuanya terdiam, lalu pergi meninggalkan mereka yang saling pandang dengan tatapan khawatir. Gilang menghela napas lalu mengambil duduk di ruang tamu, menyandarkan tubuhnya yang lemas. "Kalau semua ini hanya fitnah, Papa jadi kasihan sama Rio." Farah ikut duduk di sebelah suaminya. "Mama juga kasihan sama Rio, Pa. Mama percaya s

