Dinda kelihatan panik ketika sudah terkepung, ia bergerak mundur hingga tubuhnya menabrak pintu. Dia berbalik berusaha membuka pintu namun sayangnya Rio sudah mengunci pintu sejak awal mereka tiba. 'Sial!' rutuknya dalam hati. Ia kembali berbalik, dadanya kembang kempis, menatap ngeri ke arah mereka. "Kamu mau ngapain? jangan rekam aku!" bentak Dinda seraya menunjuk Lia dengan tangan gemetar. "Aku memang lagi ngerekam kamu, aku mau bikin kamu viral." "Matiin nggak rekamannya!" Dinda mendekat, hendak merampas ponsel dalam genggaman Lia namun Lia dengan cepat menghindar. Dan mama Lia yang sedari tadi diam langsung turun tangan agar semuanya cepat selesai. Ia menarik kedua tangan Dinda, memeganginya agar dia tidak bergerak. "Aaa! Apa-apaan ini?! kalian mau menganiaya aku ya? aku akan lap

