"Rio, kamu kenapa, Nak? kenapa bisa jadi begini?" seru Farah seraya menghampiri Rio dengan wajah panik lalu memegangi wajah anaknya yang babak belur. "Aww, shh...," ringis Rio saat Mamanya nggak sengaja nekan luka di sudut bibirnya. "Jangan ditekan kuat-kuat, Ma. Sakit loh ini." "Habisnya kamu kenapa? kok sampai babak belur gini? kamu berantem sama orang ya?" "Rio, duduk sini!" Suara berat papanya menginterupsi, kilatan matanya tajam dan serius menatap ke arah Rio. Farah pun membawa Rio duduk di sofa. Awalnya Farah dan suaminya sedang duduk santai di ruang tamu sebelum Rio pulang namun Farah langsung berdiri saat melihat penampilan anaknya yang kacau. "Apa yang terjadi sama kamu? Kamu berkelahi?" Tubuh Gilang tegap, matanya memicing tajam, menginterogasi anaknya. "Aku nggak berkelahi

